KEUTAMAAN TAUHID | SEORANG HAMBA DICINTAI KARENA SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS

 

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِمْ فَيَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi SAW pernah mengutus seorang laki-laki dalam sebuah eskpedisi militer.

Lantas laki-laki tersebut membaca untuk sahabatnya dalam sholatnya dengan QULHUWALLAHU AHAD (Surat al Ikhlash) dan menutupnya juga dengan surat itu.

Dikala mereka pulang, mereka menceritakan hal ini kepada Nabi SAW, lantas Nabi SAW bersabda: ‘Tolong tanyailah dia, mengapa dia berbuat sedemikian? ‘

Mereka pun menanyainya, dan sahabat tadi menjawab, ‘Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Arrahman, dan Aku sedemikian menyukai membacanya.’

Spontan Nabi SAW bersabda: ‘Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya. (HR. Bukhari: 6827)